Ringkas
Latar
Saya lahir dan besar di Aceh Tenggara. Masa sekolah dasar saya jalani di MIN 1 Kutacane. Pada usia dua belas tahun saya merantau ke Sumatera Utara untuk bersekolah di SMP Al-Azhar Medan. Setelah lulus SMP, saya melanjutkan ke SMA Plus Al-Azhar Medan. Di sana saya mengikuti program akselerasi, sehingga saya menyelesaikannya dalam dua tahun.
Pada September 2019 saya mulai kuliah D3 Akuntansi di Politeknik Keuangan Negara STAN. Saya diwisuda pada Oktober 2022, lalu ditempatkan di Inspektorat Aceh sebagai auditor dan bertugas di sana sejak Februari 2023. Dengan jabatan itu, saya menjadi bagian dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan Pemerintah Aceh. Sekarang, sambil bekerja, saya juga menempuh S1 Akuntansi di Universitas Terbuka.
Cerita tentang diri saya selama ini saya sampaikan secara lisan. Seiring berjalannya waktu, yang didengar mudah terlupakan, dan memang begitulah ingatan manusia. Namun, saya ingin punya satu alamat tetap di internet yang tidak bergantung pada media sosial atau platform orang lain, tempat siapa saja yang pernah mengenal saya, atau sekadar pernah berjumpa, bisa kembali mengingat siapa saya. Itulah sebabnya halaman ini saya buat pada September 2026. Ke depan, saya berencana menuliskan perjalanan belajar dan bekerja saya di sini sedikit demi sedikit, sehingga langkah saya berikutnya juga bisa Anda ikuti.
Nama situs ini berasal dari nama saya sendiri, Faizul Abrori, yang saya singkat menjadi Fairi. Saya suka mengisi waktu luang dengan bermain gim, dan di sanalah singkatan itu saya pakai. Anda boleh memanggil saya Fairi. Boleh juga Faizul, Faiz, Zul, Abrori, Abror, Rori, atau Ori, mana yang paling enak Anda sebut.
Bidang
Yang saya kerjakan
-
Reviu keuangan dan dana transfer
Menelaah laporan keuangan pemerintah daerah untuk memberi keyakinan terbatas atas penyajiannya, menguji penyerapan dan capaian output dana otonomi khusus dan dana alokasi khusus, serta meneliti dokumen perencanaan sebelum anggarannya dijalankan.
-
Audit ketaatan dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu
Menguji ketaatan perangkat daerah terhadap peraturan dalam pelaksanaan tugas dan belanjanya, serta memeriksa pengelolaan barang milik daerah dan penerimaan daerah.
-
Perkakas yang saya bangun sendiri
Berawal dari merapikan data realisasi untuk keperluan uji petik, lalu tumbuh menjadi aplikasi kecil yang kini sedang diujicobakan oleh sebagian rekan kerja di kantor.
Riwayat
Pengalaman
Pengalaman saya susun dalam enam kelompok, dari pekerjaan sampai pendidikan. Untuk penugasan dan pelatihan, yang saya tampilkan hanya yang terpilih, bukan seluruhnya.
Pekerjaan
Penugasan terpilih
Sejak 2023 saya terlibat dalam lebih dari delapan puluh penugasan, dan dari situ saya pilih dua belas jenis yang paling mewakili pekerjaan saya. Dalam semua penugasan itu saya anggota tim yang mengolah data dan menyusun kertas kerja, bukan pengambil keputusan dan bukan pemimpin tim. Data dan laporannya milik kantor, bukan milik saya, jadi yang bisa saya bagikan hanya cara kerjanya.
Sertifikasi
Pelatihan terpilih
Organisasi
Pendidikan
Karya
Perkakas yang saya bangun
Keduanya saya bangun sendiri atas inisiatif pribadi untuk membantu pekerjaan, dan tidak diperjualbelikan.
-
PKPT
Perencanaan dan Monitoring Pengawasan
Menyusun rencana pengawasan tahunan, mencatat surat tugasnya, dan memantau realisasinya sampai nomor laporan terbit.
-
RTP
Rencana Tindak Pengendalian
Mencatat penilaian risiko dan rancangan pengendaliannya, lalu menelusuri pelaksanaannya sampai terbukti berjalan.
Tulisan
Yang saya tuliskan
Catatan metode yang saya terbitkan sendiri dan beri nomor DOI, supaya dapat dirujuk, diperiksa, dan dibantah siapa pun. Isinya cara kerja, bukan hasil pemeriksaan. Semuanya juga bisa dibaca utuh di halaman Tulisan.
Pintasan
Layanan
beranda.fairi.id Halaman layanan dan pintasan aplikasi.Arah
Yang saya tuju
Perbaikan yang terasa sebagai bantuan bagi yang menjalankannya, bukan sebagai pekerjaan tambahan.
Semua ini bermula dari keresahan yang kecil. Saya terlalu sering melihat pertanyaan murah dijawab dengan biaya mahal. Satu angka yang sebenarnya sudah ada harus ditunggu berhari-hari, karena jawabannya tersimpan terpisah-pisah dan setiap orang yang membutuhkannya harus menanyakannya lebih dulu kepada orang lain. Saya tidak menyebut itu pemborosan, dan tidak ada yang perlu disalahkan. Justru di situ saya melihat ruang perbaikannya. Jawaban yang memang menjadi milik seseorang sudah sepantasnya bisa ia buka sendiri, kapan pun ia memerlukannya.
Saya yakin kita semua sepakat bahwa orang tidak bisa langsung berubah. Perubahan yang bertahan tumbuh dari langkah kecil yang dikerjakan rutin setiap hari. Yang dipaksakan akan runtuh sebelum sempat menjadi kebiasaan yang dijaga dan diwariskan, lalu keadaan kembali seperti semula. Karena itu saya memulainya dari alat bantu kecil yang tidak mengubah sistem yang sudah berjalan. Alat itu hanya mendigitalkan cara kerja yang sudah ada, bukan sistem baru yang terpisah dan menambah pekerjaan orang lain. Ia mempercepat pekerjaan administratif yang rutin tanpa mengurangi substansi tugasnya, yaitu untuk apa tugas itu ada dan bagaimana prosesnya berjalan utuh. Manusia tetap terlibat, dan manusia pula yang memutuskan. Itulah pagar yang saya pasang.
Kepada siapa pun yang ingin memperbaiki tempatnya masing-masing, pesan saya satu saja. Jangan menabrak temboknya. Sistem yang sudah berjalan hampir selalu punya alasan, dan sistem asing yang kita yakini lebih benar belum tentu bisa dipakai di tempat kita. Perbaiki fondasinya dulu, satu per satu, dengan langkah kecil yang bisa dikerjakan hari itu juga. Dan yang paling menentukan bukan langkahnya, melainkan contohnya. Perbaikan hanya menular kalau orang melihatnya dikerjakan dan tahu untuk apa.
Dulu saya mengira harus punya jabatan tertentu lebih dulu baru bisa memperbaiki sesuatu. Ternyata tidak. Di posisi apa pun selalu ada celah yang hanya terlihat dari kursi itu, dan orang yang duduk di sanalah yang paling tahu letaknya. Mulailah dari keresahan kecil yang terasa sepele tetapi terus berulang. Hari ini mungkin perbaikan itu hanya meringankan diri sendiri. Besok ia meringankan semua orang yang duduk di kursi yang sama.
Yang saya cari berikutnya adalah sudut pandang yang lain. Dari dalam selalu ada yang luput, dan saya tidak ingin hanya punya satu cara melihat. Ke mana pun jalannya nanti, ukurannya tetap sama, yaitu ketahanan, kemandirian, dan integritas.
Saya bersedia diajak meneliti dan menulis artikel ilmiah bersama tentang pemerintahan, manajemen, dan keuangan sektor publik. Saya juga senang berbagi pengalaman di forum kampus atau diklat, bertukar pikiran dengan sesama aparat pengawas, berdiskusi dengan mahasiswa tentang penelitiannya, dan membalas surel dari pembaca.
Ada yang tidak saya layani, yaitu permintaan menjadi perantara atau meneruskan keluhan kepada instansi tertentu, dan apa pun yang menyentuh pekerjaan pengawasan saya, termasuk permintaan mengawasi atau menasihati suatu instansi. Permintaan data penelitian atau penyebaran kuesioner ke Inspektorat Aceh juga tidak lewat saya. Silakan ajukan melalui jalur resmi kantor. Halaman ini inisiatif dan saluran pribadi saya, dan tidak berbicara atas nama lembaga tempat saya bekerja. Independensi saya sebagai auditor tidak bisa ditawar.
Kontak
Surel
Untuk ajakan meneliti dan menulis, undangan berbagi pengalaman, atau sekadar berkenalan, surel adalah jalur yang paling sering saya buka. Saya membalasnya sendiri.